Headlines News :

Respon Keluhan Warga, Jelang Idulfitri Muhammad Farhan Batasi Sementara Galian IPT




BANDUNG
- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, merespons keluhan warga terkait proyek galian Infrastruktur Pasif Terpadu (IPT) dengan membatasi sementara aktivitas pembangunan hingga 5 Maret 2026. Kebijakan tersebut diambil demi menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Menurut Farhan, pembatasan dilakukan dengan syarat seluruh titik galian yang sudah dikerjakan wajib dirapikan terlebih dahulu. Tidak boleh ada lubang terbuka atau bekas galian yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

"Kita batasi sementara sampai 5 Maret. Tapi dengan catatan, semua titik yang sudah digali harus dirapikan. Tidak boleh ada yang dibiarkan terbuka dan membahayakan warga," tegasnya.

Ia menuturkan, langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan kondisi jalan tetap aman di tengah meningkatnya mobilitas warga menjelang Lebaran.

"Kenyamanan dan keamanan warga itu prioritas. Menjelang Idulfitri mobilitas meningkat, jadi jalan harus dalam kondisi baik," ujarnya.

Karena itu, percepatan penyelesaian menjadi fokus utama dalam beberapa hari ke depan. PT Bandung Infra Investastama (BII) juga tengah melakukan percepatan galian di sejumlah ruas jalan agar seluruh pekerjaan segera tuntas dan tidak mengganggu arus kendaraan saat momentum mudik dan silaturahmi Idulfitri.

"Saat ini kita percepat di ruas-ruas jalan yang tengah ada pekerjaan galian. Targetnya sebelum Lebaran sudah rapi, sudah aman dilalui," kata Farhan.

Puskesmas 24 Jam Bandung Catat 1.674 Kunjungan, Warga Kini Bisa Berobat Malam Hari




BANDUNG
-- Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat layanan kesehatan primer melalui program Puskesmas 24 Jam Bandung Utama. Layanan ini memungkinkan masyarakat mengakses pengobatan kapan saja, termasuk sore dan malam hari.

Beberapa puskesmas seperti Puskesmas Garuda dan Puskesmas Ibrahim Adjie telah menerapkan sistem operasional penuh selama 24 jam.

Keunggulan program ini tidak hanya pada fleksibilitas waktu, tetapi juga integrasi layanan dengan administrasi kependudukan. Warga yang melahirkan di puskesmas secara otomatis mendapatkan akta kelahiran, KIA, serta pembaruan Kartu Keluarga.

Respons masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Berdasarkan data Humas Kota Bandung, tercatat 1.674 kunjungan dalam periode 12–31 Januari 2026.

Layanan Puskesmas 24 Jam diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar sekaligus menjawab kebutuhan warga terhadap akses medis yang cepat, mudah, dan terjangkau.

Bantuan Pendidikan RMP Kota Bandung Capai Rp38 Miliar, Ribuan Siswa Terbantu




BANDUNG
- Program Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Bandung dalam menjaga keberlanjutan pendidikan anak dari keluarga rentan. Sepanjang 2025, program ini menjangkau 22.924 siswa jenjang SD dan SMP dengan total anggaran lebih dari Rp38 miliar, memastikan mereka tetap bisa bersekolah tanpa terhambat biaya dasar pendidikan.

Di tingkat SD, sebanyak 8.379 siswa menerima bantuan dengan total anggaran lebih dari Rp12 miliar. Sementara pada jenjang SMP, 14.545 siswa memperoleh manfaat dengan total anggaran lebih dari Rp26 miliar. Bantuan yang diberikan meliputi biaya personal dan perlengkapan sekolah seperti seragam, sepatu, tas, hingga alat tulis.

Bagi para siswa, bantuan tersebut bukan sekadar angka dalam laporan anggaran. Nataly El Marco, siswa kelas 6 SD Kemala Bhayangkara, mengaku bantuan RMP membantunya membeli sepatu dan seragam baru sehingga semakin semangat berangkat ke sekolah. Hal serupa dirasakan Krisna Ananda Putra, yang menggunakan bantuan untuk membeli perlengkapan sekolah dan mendukung aktivitas belajarnya.

Program RMP menjadi jaring pengaman sosial di sektor pendidikan. Di tengah tekanan ekonomi keluarga, bantuan ini kerap menjadi penentu apakah seorang anak dapat melanjutkan sekolah atau harus berhenti di tengah jalan. Kehadiran program ini mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam mencegah angka putus sekolah di Kota Bandung.

Tak hanya fokus pada bantuan biaya pendidikan, Pemkot Bandung juga melakukan pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana sekolah sepanjang 2025. Pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi ruang belajar, serta perbaikan toilet dilakukan di sejumlah SD dan SMP negeri untuk meningkatkan kenyamanan dan standar kesehatan lingkungan sekolah.

Langkah terpadu antara bantuan biaya melalui RMP dan perbaikan infrastruktur pendidikan menunjukkan bahwa keberpihakan pada pendidikan tidak setengah hati. Dengan dukungan anggaran dan pembenahan fasilitas, ribuan siswa di Kota Bandung kini memiliki kesempatan lebih besar untuk terus belajar, meraih cita-cita, dan menjaga asa masa depan mereka.

Ibunda Muhammad Farhan Wafat, Sejumlah Pejabat Melayat ke Rumah Duka di Bogor

BOGOR - Sejumlah pejabat pemerintahan melayat ke kediaman Nani Rubiyani, ibunda Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang wafat pada Selasa (17/2/2026) pukul 22.58 WIB.

Rumah duka di Jalan Penggalang, Kompleks Pertanian Loji, Kota Bogor, dipenuhi para pelayat dari berbagai kalangan pemerintahan dan masyarakat. Karangan bunga ucapan duka cita tampak memenuhi area kompleks tersebut.

Tampak hadir Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya, jajaran Pemerintah Kota Bandung, serta perwakilan Pemerintah Kota Bogor. Hadir pula Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dan Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, untuk menyampaikan langsung belasungkawa kepada keluarga.

Prosesi pemberangkatan jenazah dilakukan dari rumah duka menuju tempat peristirahatan terakhir di TPU Kompleks Pertanian Loji yang masih berada dalam satu kawasan. Jenazah diberangkatkan menggunakan ambulans layanan Pemkot Bandung melalui aplikasi Simpelman (Sistem Informasi Pelayanan Pemakaman).

Sebelum dimakamkan, keluarga dan para pelayat melaksanakan salat jenazah di kediaman almarhumah. Ucapan belasungkawa juga datang dari berbagai pihak, mulai dari budayawan Budi Dalton, Pewarta Balai Kota Bandung, hingga sejumlah tokoh dan instansi lainnya.

Dalam suasana haru, Muhammad Farhan menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian sang ibunda. Ia mengatakan seluruh keluarga besar mengantarkan almarhumah ke tempat peristirahatan terakhir sebagai bentuk penghormatan dan bakti terakhir.

"Kami, anak, cucu hingga cicit, mengantarkan ibunda, eyang dan uyut kami ke pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir. Beliau yang telah melahirkan kami secara fisik, tentu memiliki jasa yang tidak akan pernah bisa kami balas," ujar Farhan.

Ia menambahkan, kepergian sang ibunda menjadi pengingat bagi keluarga untuk terus melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah diajarkan semasa hidup.

"Ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus melanjutkan kebaikan yang sudah beliau bangun, serta memberikan manfaat bagi sesama, baik melalui ilmu maupun amal jariyah. Doa kami tidak akan pernah putus untuk almarhumah," katanya.

Farhan juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Wiraatmaja atas dukungan moral dan doa yang diberikan. Ia turut mengapresiasi kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza UI Haq, serta para sahabat dan rekan kerja yang telah menunjukkan dukungan dalam prosesi penghormatan terakhir tersebut.

"Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan perhatian yang diberikan. Jika semasa hidup almarhumah masih ada janji atau kewajiban yang belum terpenuhi, kami mohon untuk disampaikan kepada kami agar bisa kami selesaikan," tutupnya.

Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, termasuk Wali Kota Bandung beserta jajaran Pemerintah Kota Bandung. Pemerintah dan masyarakat turut mendoakan agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.

Pemkot Bandung Berduka, Ibunda Wali Kota Muhammad Farhan Wafat

BANDUNG – Kabar duka menyelimuti jajaran Pemerintah Kota Bandung. Ibunda Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Nani Rubiyani, wafat pada Selasa (17/2/2026) pukul 22.58 WIB di Kota Bogor.

Almarhumah mengembuskan napas terakhir di Bogor dan disemayamkan di kediaman keluarga di Jalan Penggalang Nomor 1, Kompleks Pertanian Loji, Kota Bogor. Rencananya, jenazah akan dimakamkan pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB di TPU Kompleks Pertanian Loji, Bogor.

Atas nama Pemerintah Kota Bandung dan seluruh masyarakat, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya ibunda orang nomor satu di Kota Bandung tersebut.

"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Kami keluarga besar Pemerintah Kota Bandung turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Nani Rubiyani, ibunda dari Bapak Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Semoga almarhumah husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," ujar Iskandar.

Ia juga mendoakan agar Wali Kota Bandung beserta keluarga besar diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut.

"Kami mendoakan agar Bapak Wali Kota dan seluruh keluarga besar diberikan kesabaran, ketabahan, serta kekuatan dalam menghadapi ujian ini. Semoga segala amal ibadah almarhumah diterima dan menjadi cahaya di alam kuburnya," tambahnya.

Pemkot Bandung mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan almarhumah agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan.

 
Copyright © 2016. LiputanJabar.com | Akurat Terpercaya .
Kontak Redaksi | Designed By Bang One