Headlines News :

Job Fair Future Connect 2026 Bandung Selatan Buka 3.019 Lowongan Kerja dari 30 Perusahaan


Uploaded Image

BANDUNG
– Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung kembali menggelar Job Fair Future Connect 2026 yang akan berlangsung di Miko Mall, Jalan Raya Kopo, Kota Bandung, Kamis (30/7/2026), pukul 08.00-16.00 WIB. Sebanyak 30 perusahaan akan membuka 3.019 lowongan kerja bagi lulusan SMP, SMA/SMK, Diploma, S1 hingga S2.

Ketua Tim Pasar Kerja Disnaker Kota Bandung, Ilham Mulyana, mengatakan job fair kali ini merupakan penyelenggaraan luring ketiga pada 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Disnaker kini menghadirkan job fair hampir setiap bulan dengan skala lebih kecil agar lebih dekat dengan masyarakat di berbagai wilayah Kota Bandung.

Menurut Ilham, pencari kerja yang telah memiliki akun NEW BIMMA dapat kembali mengikuti job fair dengan memanfaatkan fitur job matching. Fitur tersebut mampu mencocokkan profil pelamar dengan kebutuhan perusahaan berdasarkan pendidikan, pengalaman, keterampilan, minat, dan sertifikat sehingga memudahkan proses rekrutmen.

Ia mengungkapkan, hingga pertengahan 2026 lebih dari 500 warga Kota Bandung telah berhasil memperoleh pekerjaan melalui rangkaian job fair yang diselenggarakan Disnaker. Perusahaan kini juga lebih menitikberatkan kompetensi pelamar dibanding sekadar latar belakang pendidikan.

Sementara itu, Fungsional Pengantar Kerja Disnaker Kota Bandung, Cahyadi Maulana, menjelaskan peserta wajib mendaftar melalui aplikasi NEW BIMMA atau situs Disnaker Kota Bandung. Aplikasi tersebut kini dilengkapi fitur Ticketing Job Fair sebagai tiket masuk sekaligus sarana melamar pekerjaan secara langsung di lokasi.

Selain membuka ribuan lowongan kerja, Job Fair Future Connect 2026 juga menghadirkan Coaching Clinic Ketenagakerjaan yang membahas penyusunan CV, persiapan menghadapi HRD, teknik wawancara kerja, hingga tes psikologi untuk membantu peserta mengenali potensi dan bidang pekerjaan yang sesuai. Pendaftaran masih dibuka hingga hari pelaksanaan selama kuota tersedia.

Pemkot Bandung Gandeng Warga Sukseskan Reaktivasi Bandara Husein


Uploaded Image

BANDUNG
- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menyukseskan reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara melalui kepatuhan terhadap ketentuan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

Dukungan masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting agar operasional bandara dapat kembali berjalan dengan aman, lancar, dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Bandung, Bira Gumbira dalam kegiatan Sosialisasi Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) dalam rangka optimalisasi Bandara Husein Sastranegara yang digelar di Balai Kota Bandung, Selasa, 28 Juli 2026.

Kegiatan diikuti camat, lurah, ketua RW, serta tokoh masyarakat dari wilayah yang berada di sekitar kawasan bandara.

Bira mengatakan, sosialisasi dilaksanakan agar masyarakat memahami peran pentingnya dalam menjaga keselamatan penerbangan.

"Reaktivasi Bandara Husein bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun pengelola bandara, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat. Karena itu, kami mengajak aparat kewilayahan, RT, RW, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menyosialisasikan aturan KKOP hingga ke lingkungan masing-masing," ujar Bira.

Menurutnya, terdapat tiga kecamatan yang berbatasan langsung dengan kawasan Bandara Husein Sastranegara, yakni Cicendo, Andir, dan sebagian Sukajadi. Wilayah tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga kawasan keselamatan operasi penerbangan sesuai ketentuan Kementerian Perhubungan.

Bira menjelaskan, Bandara Husein memiliki karakteristik sebagai city airport yang berada di tengah kawasan perkotaan yang padat. Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap lingkungan sekitar bandara menjadi sangat penting demi menjamin keselamatan pesawat saat lepas landas, mendarat, maupun melakukan manuver di udara.

Ia mengatakan, masyarakat perlu memahami berbagai hal yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan. Di antaranya pembangunan gedung yang melebihi batas ketinggian yang diperbolehkan, pemasangan papan reklame atau menara, penggunaan sinar laser yang diarahkan ke pesawat, permainan layang-layang di sekitar jalur penerbangan, hingga penggunaan lampu dengan intensitas tinggi yang dapat mengganggu pandangan pilot.

"Ini merupakan salah satu indikator penting dalam penilaian pemerintah pusat terhadap kesiapan operasional bandara. Karena itu kami berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif menjaga kawasan sekitar bandara," katanya.

Selain aspek keselamatan, Bira menyampaikan, optimalisasi kembali Bandara Husein diharapkan memberikan dampak positif bagi Kota Bandung. Bandara akan kembali menjadi simpul transportasi udara yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, memperkuat sektor perdagangan, dan meningkatkan kunjungan wisatawan.

Ia juga meminta para camat dan lurah untuk terus melakukan sosialisasi secara berjenjang kepada masyarakat setelah kegiatan ini selesai, sehingga pemahaman mengenai KKOP semakin meluas.

Sementara itu, Business Support Department Head PT Angkasa Pura Bandara Internasional Husein Sastranegara, Haryo mengungkapkan, proses persiapan reaktivasi bandara terus dipercepat. Berbagai pembenahan sarana dan prasarana, baik di dalam maupun di luar kawasan bandara, telah dilakukan bersama Pemerintah Kota Bandung.

"Insyaallah pada pertengahan Agustus Bandara Husein sudah mulai kembali beroperasi. Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar proses ini berjalan lancar," ujarnya.

Haryo mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Bandung yang telah menindaklanjuti berbagai kebutuhan infrastruktur di sekitar bandara, mulai dari perbaikan jalan, drainase, penerangan jalan, hingga marka jalan.

Menurutnya, beroperasinya kembali Bandara Husein akan membawa dampak ekonomi yang besar bagi Kota Bandung. Meningkatnya mobilitas penumpang diyakini akan menggerakkan sektor perdagangan, jasa, pariwisata, hingga usaha mikro di sekitar kawasan bandara.

Selain itu, PT Angkasa Pura Indonesia juga berkomitmen terus menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bagi masyarakat sekitar bandara. Haryo mengimbau para ketua RW dan pemerintah kewilayahan untuk menyampaikan usulan program lebih awal agar dapat dimasukkan dalam perencanaan perusahaan

Farhan Minta ASN Fokus Layani Masyarakat, Bukan Mengejar Pencitraan

Prioritas pelayanan pubik (3).jpeg

BANDUNG – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar memprioritaskan pelayanan publik dibanding mengejar pencapaian yang bersifat seremonial.

Saat memimpin Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Farhan menegaskan bahwa tugas utama ASN adalah memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan secara maksimal.

Ia juga mengingatkan bahwa berbagai program seperti penataan reklame maupun penataan kabel udara merupakan kewajiban pemerintah, bukan prestasi yang harus dibanggakan.

"Yang terpenting adalah masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari pelayanan yang kita berikan," ujarnya.

Farhan berharap seluruh perangkat daerah berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan sehingga hak-hak dasar masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.

Pemkot Bandung Pastikan Warga Tetap Terlayani, Distribusi Air Bersih Diperkuat Saat Kemarau

Farhan-PAsokan air bersih aman.jpeg

BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama musim kemarau. Distribusi air melalui mobil tangki dilakukan setiap hari untuk menjangkau wilayah yang mulai mengalami kekeringan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi sejak awal musim kemarau dengan mengoptimalkan armada tangki milik Perumda Tirtawening.

Selain itu, distribusi juga mendapat dukungan dari TNI dan berbagai pihak sehingga kebutuhan masyarakat masih dapat dipenuhi.

"Hampir setiap hari minimal satu mobil tangki dikirim ke salah satu RW yang membutuhkan. Sampai sejauh ini kebutuhan masyarakat masih terpenuhi dengan baik," kata Farhan.

Ia memastikan belum ada wilayah di Kota Bandung yang masuk kategori darurat kekeringan.

RASN Sambut Pengesahan RUU Polri, Harapkan Implementasi Cepat dan Akuntabel


BANDUNG, LiputanJabar –
Rumah Aliansi Sunda Ngahiji (RASN) menyambut baik pengesahan Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia Tahun 2025 oleh DPR RI. Organisasi tersebut menilai regulasi baru itu menjadi tonggak penting dalam penguatan reformasi institusi Polri sekaligus mendorong implementasi yang cepat, transparan, dan akuntabel.

Sekretaris Jenderal RASN, Kang Ogi, mengatakan pengesahan UU tersebut diharapkan mampu memperkuat peran Polri dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dengan mengedepankan semangat Presisi.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada DPR RI dan Pemerintah. Dengan hadirnya payung hukum baru ini, kami berharap Polri semakin kuat menjalankan tugasnya untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat," ujar Kang Ogi kepada media, Selasa (27/7/2026).

RASN menyampaikan tiga harapan pasca-pengesahan UU Polri. Pertama, pemerintah dan Polri diminta segera menyusun aturan turunan berupa Peraturan Pemerintah dan Peraturan Kapolri agar implementasi regulasi berjalan cepat, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kedua, RASN mendorong penguatan kemitraan Polri dengan masyarakat melalui pendekatan berbasis kearifan lokal Sunda. Menurut Kang Ogi, polisi harus menjadi sosok "pamomong" yang mengedepankan nilai silih asah, silih asih, dan silih asuh bersama ulama, tokoh adat, serta organisasi kemasyarakatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Selain itu, RASN juga menekankan pentingnya penguatan akuntabilitas melalui pengawasan internal maupun eksternal. Organisasi tersebut mendukung penguatan kelembagaan Polri, namun meminta mekanisme pengawasan, termasuk peran Kompolnas dan partisipasi masyarakat, terus dioptimalkan untuk mencegah penyalahgunaan wewenang.

RASN juga menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis Polri, khususnya Polda Jawa Barat, dalam menjaga kondusivitas wilayah, menangkal penyebaran hoaks, serta membangun budaya hukum di tengah masyarakat. Di akhir pernyataannya, Kang Ogi mengingatkan pesan leluhur Sunda agar aparat kepolisian senantiasa menjadi pengayom yang adil dan melayani seluruh rakyat Indonesia.

 
Copyright © 2016. LiputanJabar.com | Akurat Terpercaya .
Kontak Redaksi | Designed By Bang One