Headlines News :

Solusi Bangun Indonesia Gandeng 500 Toko Bangunan Perkuat Pasar Semen DYNAMIX


TASIKMALAYA, LiputanJabar –
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk memperkuat kemitraan bisnis dengan lebih dari 500 toko bangunan dan lima distributor di wilayah Priangan Timur melalui Retailer Gathering bertajuk “Sabilulungan Ngawangun Karya” di Graha Asia, Tasikmalaya, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan ini melibatkan mitra dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Pangandaran, dan Banjar. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar Semen DYNAMIX sekaligus mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan bersama mitra distribusi.

Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan jaringan toko bangunan memiliki peran strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk semen berkualitas sekaligus mendukung pertumbuhan sektor konstruksi di daerah.

“Para mitra toko bangunan bukan sekadar bagian dari jaringan pemasaran, melainkan rekan strategis yang tumbuh bersama Semen DYNAMIX. Kami ingin terus memperkuat kolaborasi yang memberikan nilai tambah bagi mitra dan mendukung perkembangan sektor konstruksi, khususnya di Tasikmalaya,” ujar Rizki.

Sebagai bentuk apresiasi, perusahaan memberikan penghargaan kepada sejumlah pemilik toko bangunan atas kontribusi mereka dalam memasarkan Semen DYNAMIX. Salah satu penerima penghargaan, Isep Usman Said dari Toko Bangunan Jalan Anyar, Garut, mengaku bersyukur atas apresiasi tersebut.

Menurut Isep, penghargaan itu menjadi motivasi untuk terus mengembangkan usaha dan memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk Semen DYNAMIX di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Acara tersebut juga dimeriahkan dengan pembagian berbagai hadiah, mulai dari voucher belanja senilai jutaan rupiah, televisi, telepon seluler, hingga dua unit sepeda motor. Penampilan musisi nasional Ari Lasso turut menambah semarak acara dan mempererat kebersamaan para mitra.

Melalui kegiatan ini, Solusi Bangun Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat jaringan pemasaran, meningkatkan layanan kepada konsumen, serta membangun kemitraan yang saling menguntungkan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas penetrasi pasar Semen DYNAMIX sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis konstruksi di wilayah Priangan Timur.

Diduga Tak Sesuai Spek, Proyek Jalan Pamoyanan-Suryalaya-Warudoyong Senilai Rp50 Miliar Disorot


TASIKMALAYA, Liputanjabar.com
– Pelaksanaan proyek pelebaran jalan ruas Pamoyanan–Suryalaya–Warudoyong memicu sorotan tajam. Proyek infrastruktur bernilai fantastis Rp50,8 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2026 ini diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak memenuhi spesifikasi teknis kontrak.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah kejanggalan kasat mata ditemukan pada beberapa item pekerjaan. Salah satu yang paling krusial adalah ketebalan pengecoran jalan (rigid pavement) pada beberapa titik yang diduga menciut dari standar baku.

Tak hanya itu, pengurugan di sisi area rigid pavement ditengarai menyimpang karena menggunakan tanah biasa, alih-alih menggunakan material agregat sesuai ketentuan. Sorotan juga mengarah pada pengerjaan lantai kerja pemasangan beton saluran air (U-Ditch) yang dinilai terlalu tipis dan di bawah standar mutu.


Ketidaksesuaian ini memicu keraguan publik terkait pengawasan, pengendalian mutu, dan metode kerja yang diterapkan di lapangan oleh UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah V Tasikmalaya, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak UPTD maupun instansi terkait masih memilih bungkam. Surat konfirmasi resmi dan upaya klarifikasi yang dilayangkan oleh awak media sama sekali belum mendapatkan respons.

Sikap tertutup para pejabat publik tersebut disayangkan oleh Ketua Aliansi Mata Publik Bangsa Indonesia (AMPIBI), Hendris Hen Hen Hermawan. Ia menegaskan bahwa transparansi adalah hal mutlak karena proyek ini dibiayai oleh uang rakyat.

“Sangat disayangkan pejabat terkait tidak merespons klarifikasi dari rekan-rekan media. Padahal media bekerja sebagai alat kontrol sosial. Anggaran yang mereka kelola itu adalah uang rakyat yang pertanggungjawabannya harus jelas dan terbuka kepada publik,” ujar Hendris saat dihubungi via telepon.

Tim

 

Pawai Jampana Tutup HJKB ke-216, Warga Bandung Antusias Saksikan Karnaval Budaya

Pawai Jampana (2).jpg

BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung menutup rangkaian Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB) melalui Pawai Jampana yang mengangkat kearifan lokal, kreativitas, dan partisipasi masyarakat. Berbeda dari perayaan sebelumnya yang identik dengan mobil hias pada malam hari, tahun ini kemeriahan dikemas dalam tradisi arak-arakan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Berdasarkan pantauan Humas Bandung, warga tampak antusias menyaksikan pawai yang melintasi Jalan Diponegoro hingga Jalan Merdeka sebelum memasuki kawasan Balai Kota Bandung. Masyarakat juga memadati area Balai Kota untuk menikmati beragam hiburan, di antaranya penampilan Ega Robot, Kuburan Band, dan Bungsu Bandung.

Pawai Jampana menjadi bagian dari pesta rakyat yang dikemas sederhana, tetapi tetap meriah dan sarat nilai budaya. Tradisi ini sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas serta kekhasan wilayah masing-masing.

Jampana, Tradisi Lokal yang Sarat Makna

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pemilihan Jampana merupakan upaya menghadirkan pesta rakyat yang meriah dengan tetap berakar pada budaya masyarakat.

Jampana merupakan tandu hias yang dipanggul oleh empat hingga enam orang. Setiap kelompok menghadirkan ornamen dengan bentuk dan tema beragam yang mencerminkan kreativitas serta identitas masing-masing.

Salah satu bentuk kreativitas yang ditampilkan dalam pawai tersebut adalah miniatur kereta api dari Dinas Perhubungan. Selain dihiasi berbagai ornamen, Jampana juga diisi aneka makanan yang dibagikan kepada masyarakat selama arak-arakan berlangsung.

“Jampana itu adalah arak-arakan yang dipanggul oleh empat sampai enam orang. Di dalamnya diisi berbagai macam makanan. Nanti sambil lewat, dia berhenti dan orang bisa mengambil makanannya,” kata Farhan.

Menurutnya, konsep tersebut menjadi alternatif dari perayaan sebelumnya yang menggunakan mobil hias pada malam hari dengan tema City of Light. Pada penutupan HJKB ke-216, Pemkot Bandung memilih menghidupkan kembali tradisi lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya kota.

Mengutamakan Kreativitas dari Masyarakat

Farhan menjelaskan, gagasan penyelenggaraan karnaval berangkat dari pengamatannya terhadap berbagai kegiatan yang digelar kecamatan selama rangkaian HJKB.

Pada 5–6 September, sehari setelah upacara Hari Jadi Kota Bandung, ia melihat antusiasme masyarakat dalam menampilkan potensi dan kreativitas wilayah masing-masing. Pengalaman tersebut kemudian mendorong Pemkot Bandung menyusun kegiatan yang memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi, termasuk kelompok pelajar.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Bandung berkolaborasi dengan sejumlah institusi pendidikan, di antaranya Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Taruna Nusantara.

Pemilihan waktu pelaksanaan pada pagi hari juga menjadi pertimbangan agar kegiatan dapat berlangsung meriah tanpa menimbulkan kemacetan berkepanjangan.

“Ini yang ingin kita tunjukkan, segala sesuatu harus terinspirasi dari prinsip bottom-up, dari bawah,” ujarnya.

Dari 30 kecamatan di Kota Bandung, Pemkot Bandung melakukan kurasi untuk memilih penampilan yang dinilai sesuai dengan konsep karnaval. Proses tersebut bertujuan memastikan kreativitas yang tumbuh di tingkat wilayah dapat ditampilkan sebagai bagian dari perayaan kota.

Farhan juga menyoroti keberagaman ekspresi budaya masyarakat yang hadir dalam pawai. Salah satunya adalah penampilan warga Kecamatan Mandalajati yang mengusung nuansa budaya Tionghoa melalui busana berwarna merah, sekaligus memadukannya dengan identitas masyarakat setempat.

“Mandalajati itu semuanya bergaya China. Bajunya merah semua, tapi perempuannya semua pakai hijab,” jelasnya.

HJKB Jadi Ruang Ekspresi dan Kebersamaan Warga

Melalui Pawai Jampana, Pemkot Bandung ingin menjadikan peringatan HJKB bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan juga ruang bagi warga untuk menampilkan identitas budaya, memperkuat kebersamaan, dan berpartisipasi dalam pembangunan kota.

Keterlibatan berbagai kelompok masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa perayaan kota dapat tumbuh dari inisiatif warga, dengan mengedepankan semangat gotong royong dan keberagaman.

Penutupan HJKB ke-216 melalui Pawai Jampana pun menjadi penegasan bahwa kemeriahan perayaan Kota Bandung tidak harus selalu diwujudkan melalui pertunjukan berskala besar, tetapi juga dapat dihadirkan melalui tradisi lokal dan kreativitas masyarakat yang tumbuh dari bawah.

Menaker Tekankan Pentingnya Portofolio bagi Peserta Pelatihan Vokasi, Bukan Sekadar Sertifikat

Pelatihan Vokasi (2).jpeg

Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta peserta Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) membangun portofolio keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja. Peserta tidak cukup hanya mengantongi sertifikat, tetapi juga harus mampu menunjukkan kompetensi melalui pengalaman dan hasil kerja nyata.

Pesan tersebut disampaikan Yassierli dalam Orientasi Peserta PVN Batch V Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini diikuti 14.688 peserta yang menjalani pelatihan di berbagai balai pelatihan vokasi di Indonesia.

Yassierli menegaskan, pelatihan vokasi harus memberikan manfaat nyata bagi peserta, terutama dalam membekali mereka dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja. Karena itu, kemampuan yang diperoleh selama pelatihan perlu dapat diterapkan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai bidang kompetensi masing-masing.

"Kita ingin pelatihan ini menjadi sesuatu yang mengantarkan kesuksesan adik-adik semua," kata Yassierli.

Ia mengingatkan peserta agar memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan aktif belajar bersama instruktur, memahami standar kerja, serta terbuka terhadap arahan dan masukan. Praktik secara langsung menjadi bagian penting agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan keterampilannya dalam situasi kerja nyata.

Menurutnya, keberhasilan dalam meningkatkan kompetensi juga ditentukan oleh kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Peserta perlu berani mencoba hal baru, menerima kritik, serta mengevaluasi hasil pekerjaan agar kemampuan dan sikap profesional terus berkembang.

"Orang-orang yang sukses adalah orang yang berani mencoba, terus belajar, dan siap menerima masukan," ujar Yassierli.

Lebih lanjut, Yassierli menjelaskan bahwa perjalanan karier merupakan proses bertumbuh yang tidak berhenti ketika seseorang mendapatkan pekerjaan pertama. Pengalaman kerja dan keterampilan yang terus diasah dapat membuka peluang baru, baik untuk mengembangkan karier maupun membangun usaha mandiri.

Karena itu, peserta diminta tidak berhenti pada kepemilikan sertifikat setelah menyelesaikan pelatihan. Mereka perlu menyusun portofolio yang memperlihatkan kemampuan dan hasil kerja, memperluas jejaring profesional, serta menjaga reputasi melalui kualitas pekerjaan yang dihasilkan.

Keterampilan yang dikuasai selama pelatihan juga dapat menjadi modal untuk menciptakan peluang usaha. Salah satunya dengan merintis bengkel sesuai kompetensi yang dimiliki.

Melalui pelatihan vokasi, Kementerian Ketenagakerjaan berharap peserta tidak hanya siap bersaing untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi diri, menciptakan peluang kerja, dan membangun kemandirian ekonomi.

Pemkot Bandung Dorong Investasi untuk Perluas Lapangan Kerja

Peluang kerja di jepang-1.jpeg

BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat upaya memperluas lapangan kerja melalui peningkatan investasi, perbaikan iklim usaha, dan penguatan keterampilan tenaga kerja di tengah tantangan ketenagakerjaan di Jawa Barat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kondisi ketenagakerjaan saat ini membutuhkan perhatian serius, terutama setelah sejumlah perusahaan manufaktur menghentikan operasionalnya sehingga berkontribusi terhadap terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jawa Barat.

“Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah PHK tertinggi di Indonesia karena banyak industri manufaktur yang tutup,” ujar Farhan, Kamis, 15 Oktober 2026.

Di sisi lain, Farhan melihat pertumbuhan sektor informal, termasuk pekerjaan berbasis digital dan ekonomi gig (gig economy), sebagai peluang baru bagi masyarakat. Namun, perkembangan tersebut tidak mengurangi pentingnya ketersediaan lapangan kerja formal.

“Kita tidak bisa berdiam diri. Lapangan kerja formal tetap dibutuhkan karena menawarkan kualitas pekerjaan yang lebih baik,” katanya.

Menurut Farhan, penciptaan lapangan kerja formal membutuhkan iklim usaha yang mendukung investasi. Kemudahan berusaha dan kepastian hukum diharapkan dapat mendorong investor menanamkan modal di Kota Bandung maupun wilayah Jawa Barat secara lebih luas.

“Dengan kemudahan berusaha dan kepastian hukum, kita berharap investor terdorong untuk berinvestasi di Bandung dan Jawa Barat sehingga dapat menciptakan beragam lapangan kerja,” ujarnya.

Farhan juga menekankan pentingnya mempersiapkan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri. Sistem pendidikan dan pelatihan perlu membekali lulusan dengan kompetensi teknis serta keterampilan nonteknis (soft skills) yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain mendorong penciptaan lapangan kerja di dalam negeri, Pemkot Bandung menjajaki kerja sama internasional untuk memperluas kesempatan kerja bagi tenaga kerja asal Bandung. Salah satunya melalui koordinasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) serta penjajakan potensi kerja sama melalui hubungan kota kembar (sister city) dengan Hamamatsu, Jepang.

Inisiatif tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi tenaga kerja asal Bandung untuk bekerja di Jepang. Upaya ini dapat didukung pelatihan dari kementerian terkait, sementara Pemkot Bandung berperan mempersiapkan sumber daya manusia agar memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.

“Peluang-peluang inilah yang terus kita buka, selain melalui bursa kerja yang diselenggarakan secara langsung maupun daring,” kata Farhan.

Melalui promosi investasi, pengembangan kompetensi tenaga kerja, kerja sama internasional, serta penyelenggaraan bursa kerja secara luring dan daring, Pemkot Bandung berupaya memperluas akses masyarakat terhadap lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja menghadapi kebutuhan dunia usaha di dalam maupun luar negeri.

 
Copyright © 2016. LiputanJabar.com | Akurat Terpercaya .
Kontak Redaksi | Designed By Bang One