Headlines News :

Zulkifly Chaniago Dorong Pemprov Jabar Percepat Sertifikasi Aset untuk Tingkatkan PAD


BANDUNG, LiputanJabar
 -- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Zulkifly Chaniago, BE, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempercepat penataan dan optimalisasi pengelolaan aset daerah sebagai strategi memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain mempercepat sertifikasi aset, pemerintah juga diminta mengoptimalkan pemanfaatan aset yang belum produktif serta mengevaluasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Zulkifly mengatakan hingga saat ini pengelolaan aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih belum sepenuhnya tertib. Menurutnya, masih banyak aset daerah yang belum bersertifikat sehingga berpotensi menimbulkan sengketa hukum dan menghambat pemanfaatannya secara optimal.

"Sertifikasi aset sangat penting untuk memberikan kepastian hukum, mencegah sengketa kepemilikan, sekaligus membuka peluang pemanfaatan aset melalui kerja sama maupun skema investasi," ujar Zulkifly, Jumat 17 Juli 2026.

Ia menjelaskan, terbitnya Peraturan Daerah Jawa Barat Nomor 3 Tahun 2026 semakin memperkuat tata kelola Barang Milik Daerah, mulai dari perencanaan, pemanfaatan, pengamanan hingga pengawasan aset.

Menurutnya, Pemprov Jawa Barat juga telah membentuk tim khusus untuk mengevaluasi seluruh aset yang disewakan maupun dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Langkah tersebut dilakukan agar setiap aset memiliki nilai ekonomi yang optimal dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD.

Selain persoalan aset, Zulkifly juga menyoroti kinerja sejumlah BUMD yang dinilai belum memberikan kontribusi maksimal terhadap APBD meskipun telah menerima penyertaan modal dan mengelola aset bernilai besar.

Ia menilai evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola perusahaan, efektivitas investasi, serta profesionalisme manajemen perlu dilakukan agar BUMD mampu menjadi motor penggerak peningkatan pendapatan daerah.

"Melalui percepatan sertifikasi aset, optimalisasi pemanfaatan aset daerah, serta peningkatan kinerja BUMD, Jawa Barat memiliki peluang besar memperkuat PAD sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat," tegasnya.

***

DPRD Jabar Minta Anggaran Pendidikan Diperkuat, Ono Surono: Jangan Hidupkan Lagi SPP Sekolah Negeri


BANDUNG, LiputanJabar 
- Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ono Surono meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat anggaran pendidikan sebagai solusi atas berbagai kebutuhan sekolah, bukan dengan memberlakukan kembali Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di sekolah negeri.

Menurut Ono, pemerintah memiliki kewajiban memenuhi seluruh kebutuhan pendidikan, mulai dari pembangunan ruang kelas, laboratorium, sarana olahraga, tempat ibadah, hingga operasional sekolah dan kesejahteraan tenaga pendidik.

"Menurut saya, yang harus menjadi fokus adalah bagaimana APBD Provinsi Jabar dapat memenuhi seluruh kebutuhan sekolah negeri. Mulai dari ruang kelas, laboratorium, sarana olahraga, tempat ibadah, hingga kebutuhan operasional dan kesejahteraan guru harus menjadi tanggung jawab pemerintah," ujarnya di Bandung, Jumat (17/7/2026).

Ia menegaskan Undang-Undang telah mengamanatkan alokasi minimal 20 persen anggaran pendidikan dari APBN maupun APBD. Oleh sebab itu, keterbatasan fasilitas sekolah tidak boleh dijadikan alasan untuk menarik kembali SPP dari peserta didik di sekolah negeri.

Ono juga mempertanyakan rencana penerapan SPP hanya bagi masyarakat kategori desil 6 hingga desil 10. Menurutnya, klasifikasi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat karena masih banyak warga yang layak menerima bantuan namun belum terakomodasi dalam basis data pemerintah.

Selain memperkuat sekolah negeri, Ono meminta pemerintah memberikan perhatian lebih kepada sekolah swasta melalui peningkatan bantuan agar kualitas layanan pendidikan semakin baik dan biaya pendidikan bagi masyarakat dapat ditekan.

Ia berharap wacana pemberlakuan kembali SPP di sekolah negeri tidak dilanjutkan dan pemerintah lebih mengoptimalkan anggaran pendidikan demi menjamin hak masyarakat memperoleh pendidikan yang layak, berkualitas, dan terjangkau.

Taufik Hidayat: Pengesahan P2APBD 2025 Harus Jadi Momentum Perbaikan Pelayanan Publik di Jabar


BANDUNG, LiputanJabar
 -- Persetujuan DPRD Provinsi Jawa Barat terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P2APBD) Tahun Anggaran 2025 diharapkan menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Dr. Mayjen (Purn) Taufik Hidayat, SH, MH, usai DPRD menyetujui Ranperda P2APBD 2025 menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jawa Barat, Selasa (14/7/2026).

Menurut Taufik, persetujuan DPRD bukan sekadar bentuk pengesahan administrasi, melainkan disertai berbagai rekomendasi yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah dalam memperbaiki pelaksanaan pembangunan.

"Persetujuan DPRD Jabar atas P2APBD Tahun Anggaran 2025 tentunya disertai beberapa catatan yang harus dilakukan perbaikan dalam pengelolaan pembangunan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat," katanya.

Ia menegaskan, sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama dalam rekomendasi DPRD karena merupakan layanan dasar yang langsung dirasakan masyarakat.

Taufik juga mengingatkan pentingnya pemerataan pelayanan publik agar seluruh warga Jawa Barat memperoleh hak yang sama dalam mengakses pendidikan, layanan kesehatan, maupun program pembangunan lainnya.

Menurutnya, pembangunan yang berkualitas harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan dilaksanakan secara transparan serta akuntabel.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi DPRD sehingga pelaksanaan pembangunan pada tahun-tahun berikutnya semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

GRIB Jaya Bandung Boxing Camp 2026 Resmi Berakhir, 107 Petinju Ramaikan Piala Wali Kota Bandung


BANDUNG, LiputanJabar–
GRIB Jaya Bandung Boxing Camp 2026 Piala Wali Kota Bandung resmi berakhir di GOR Pajajaran, Minggu (12/7/2026). Kejuaraan tinju amatir yang berlangsung selama lima hari itu diikuti 107 petinju dari berbagai daerah dan menghasilkan 36 juara dari berbagai kategori usia serta kelas berat.

Ajang yang digelar sejak 8 Juli 2026 tersebut mempertemukan petinju putra dan putri dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Bekasi, Banten, Tasikmalaya, Serang, Kabupaten Bandung Barat, dan sejumlah daerah lainnya. Para peserta berasal dari berbagai sasana, di antaranya Shifa Boxing Camp, Eshalalan Boxing Camp, Grage Boxing Camp, Prayoga Boxing Camp, TAB Boxing Camp, Bintang Boxing Camp, hingga sasana di bawah naungan GRIB, Peradi, dan Pertina.

Sebanyak 36 kelas yang dipertandingkan pada kategori School Boy, School Girl, Junior Boy, Junior Girl, Youth, dan Elite berhasil menyelesaikan seluruh pertandingan. Dari hasil tersebut lahir 36 peraih medali emas, 36 medali perak, serta para peraih medali perunggu di masing-masing kelas. Pada partai puncak Elite Men kelas 80 kilogram, Rufinus A. Muyak dari Eshalalan Boxing Camp Bekasi keluar sebagai juara setelah mengalahkan Yulyandra Fadhil Afriansyah dari Shifa Boxing Camp Bandung.

Ketua Panitia Pelaksana, Prana Yogaswara, mengapresiasi seluruh petinju, pelatih, ofisial, perangkat pertandingan, tenaga medis, panitia, sponsor, serta semua pihak yang mendukung kelancaran kejuaraan. Menurutnya, ajang ini menjadi wadah pembinaan sekaligus kesempatan bagi petinju untuk menambah pengalaman dan mempererat persaudaraan antarsasana.

Ketua DPC GRIB Jaya Kota Bandung, Freddy B. Sirait, yang masih menjalani pemulihan kesehatan, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap pengalaman bertanding di GOR Pajajaran menjadi bekal bagi para atlet muda untuk terus berkembang dan meraih prestasi pada kejuaraan yang lebih tinggi.

Penyerahan medali dilakukan oleh Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung Hendy Maulana Yusup, Ketua Pertina Kota Bandung Sugiharto Gandamihardja, Ketua Panitia Prana Yogaswara, Ketua Pokja PWI Kota Bandung Zaenal Ihsan, Sekretaris Panitia Firman Perkasa Yudha, Bendahara Panitia Herri Gunawan, Dito Irawan dari Labkum Pers Kota Bandung, serta Sekretaris DPC GRIB Jaya Kota Bandung Ahmad Syukri untuk kategori Elite. Sementara itu, Technical Delegate Cirikiwa menyebut penetapan juara umum masih menunggu rekapitulasi resmi dari Pertina Jawa Barat sehingga belum diumumkan saat penutupan.

Kejuaraan GRIB Jaya Bandung Boxing Camp 2026 terselenggara atas kerja sama DPC GRIB Jaya Kota Bandung dengan Pemerintah Kota Bandung, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung, Labkum Pers Kota Bandung, serta PWI Kota Bandung, dengan dukungan bank bjb, Nabati, Pocari Sweat, Coca-Cola, dan sejumlah mitra lainnya.


Asia Africa Festival 2026 Meriah, Ribuan Masyarakat Padati Kawasan Jalan Asia Afrika

Parade asi africa festival (1).jpeg

BANDUNG - Antusiasme masyarakat mewarnai pelaksanaan parade budaya dalam rangka Asia Africa Festival (AAF) 2026 di Kota Bandung, Sabtu (11/7/2026). Sejak pukul 06.00 WIB, ribuan warga telah memadati kawasan Jalan Asia Afrika hingga Jalan Cikapundung Barat untuk mendapatkan posisi terbaik menyaksikan parade yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga menjelang siang.

Parade budaya menjadi salah satu agenda paling dinantikan dalam rangkaian Asia Africa Festival 2026. Masyarakat dari berbagai kalangan memenuhi sisi kanan dan kiri jalan untuk menikmati beragam pertunjukan seni dan budaya yang ditampilkan sepanjang rute parade.

Parade diawali dengan penampilan Marching Band Bhinneka Bhakti Taruna Kabupaten Bandung, kemudian dilanjutkan oleh berbagai komunitas seni dan budaya dari sejumlah daerah di Indonesia yang menampilkan kekayaan tradisi Nusantara.

Atraksi yang disuguhkan beragam, mulai dari tarian tradisional, seni bela diri, parade busana adat, hingga pertunjukan budaya yang mencerminkan keberagaman Indonesia.

Sejumlah peserta yang tampil di antaranya Sanggar Tari Bali Asmarandana, Sanggar Putri Ayi Jepang & Indonesia, Perempuan Berkebaya Indonesia Kota Cirebon, Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda Madiun, Kereta Kencana Pasraman Sarwa Dharma, Sanggar Yang Art Disparbud Kabupaten Garut, dan Sanggar Bambu Gunung.

Sepanjang parade berlangsung, suasana meriah terus terasa. Meski cuaca semakin terik menjelang siang, antusiasme masyarakat tidak surut. Banyak pengunjung tetap bertahan hingga seluruh rangkaian parade selesai sambil mengabadikan setiap penampilan menggunakan telepon genggam.

Liaison Officer (LO) Pendamping Delegasi Pemerintah Kabupaten Garut, Nikeisha, mengatakan antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak pagi sebelum acara dimulai.

"Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sejak pagi hari, bahkan sebelum acara dimulai, masyarakat sudah memadati kawasan Asia Afrika untuk mendapatkan posisi terbaik menyaksikan parade," ujarnya.

Salah seorang pengunjung, Sudarmi, mengaku rela datang lebih awal demi menikmati seluruh rangkaian parade budaya.

"Hari ini acaranya sangat meriah. Pengunjungnya ramai sekali. Saya tidak peduli cuaca panas, yang penting bisa menyaksikan festival sampai selesai. Saya bahkan datang bersama suami saya yang berusia 81 tahun dengan berjalan kaki sekitar delapan kilometer dari rumah demi menyaksikan kemeriahan Asia Africa Festival," tuturnya.

Melalui keberagaman seni, budaya, dan kreativitas yang ditampilkan, Asia Africa Festival 2026 menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus mengapresiasi kekayaan budaya Indonesia dalam semangat persatuan, kolaborasi, dan persahabatan.

Festival tahunan ini juga semakin memperkuat citra Kota Bandung sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman, kreativitas, serta semangat Konferensi Asia Afrika yang telah menjadi bagian penting dari sejarah dunia.

 
Copyright © 2016. LiputanJabar.com | Akurat Terpercaya .
Kontak Redaksi | Designed By Bang One